DINS

"DO'A ITU ADALAH MUTIARA"

Jumat, 18 November 2011


Diposting oleh Unknown di 21.05 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)
animasi bergerak naruto dan onepiece
My Widget

Berfikir (Fi Al-Tafkir)

Renungkanlah (ambil sebagai pelajaran) apa yang terjadi didunia yang pana ini. Adakah sesuatu yang kekal atas seseorang? Atau adakah seseorang didalamnya kekal, baik ia adalah orang yang mulia, hina, kaya, miskin, maupun musuh. Demikianlah apa yang terjadi didunia dengan apa yang telah terjadi itu lebih mirip dengan air ketimbang air. Rasulullah Saw., bersabda : “Cukuplah kematian sebagai nasihat, akal sebagai petunjuk, takwa sebagai bekal, ibadah sebagai kesibukan, Allah SWT.sebagai keramahan, dan Al-Qur’an sebagai penjelas”.

UIN SGD Bandung

UIN SGD Bandung
Alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung Angkatan 2006
Powered By Blogger

Feed Section

125 x 125 Ad Section

Archives

  • ►  2012 (5)
    • ►  Oktober (1)
      • ►  Okt 22 (1)
    • ►  September (1)
      • ►  Sep 25 (1)
    • ►  Juni (2)
      • ►  Jun 14 (2)
    • ►  Mei (1)
      • ►  Mei 23 (1)
  • ▼  2011 (5)
    • ►  Desember (1)
      • ►  Des 04 (1)
    • ▼  November (1)
      • ▼  Nov 18 (1)
    • ►  Maret (3)
      • ►  Mar 31 (1)
      • ►  Mar 25 (2)
  • ►  2010 (2)
    • ►  Agustus (2)
      • ►  Agu 08 (2)
  • ►  2009 (10)
    • ►  Agustus (2)
      • ►  Agu 18 (2)
    • ►  Juli (8)
      • ►  Jul 16 (2)
      • ►  Jul 10 (1)
      • ►  Jul 08 (1)
      • ►  Jul 07 (2)
      • ►  Jul 03 (2)

Live Traffic Feed

Cara Membeli Domain

Site Sponsor

Silahkan jika mo pasang Iklan disini saja.

PROSES BERFIKIR JERNIH

Manusia adalah mahluk sosial yang lahir untuk selalu berbuat mengendalikan dirinya dengan menggunakan akal sehat. Di sini terjadilah proses, bagaimana manusia dapat mengendalikan dirinya sebagai mahluk sosial yang telah diciftakan oleh Tuhannya?

Tanpa di sadari bahwa ketika lahir manusia begitu gundah karena belum mengenal siapa dirinya, apa lagi yang menciftakan dirinya. Setelah agak mapan barulah sedikit demi sedikit mulai merasakan. Dengan segala keinginannya dapat melakukan apa saja yang dikehendakinya. Di situlah proses berfikir terjadi dengan sendirinya.

Sekarang dapat kita ketahui bahwa manusia telah diberi akal oleh Sang Pencifta (Allah). Akal tersebut salah satunya untuk digunakan kepada sifat yang baik-baik. Kemampuan ini, diantaranya merupakan faktor pembeda dari mahluk-mahluka Allah lainnya. Oleh karenanya, ketika manusia memiliki akal yang jernih maka manusia dapat mencapai kedudukan lebih mulia dibandingkan dengan mahluk lainnya, termasuk malaikat mahluk Allah yang paling tunduk terhadap-Nya. Lalu apa sebenarnya hakikat berfikir itu?

Berfikir adalah memberikan justifikasi atas sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Oleh karena itu, berfikir jernih adalah memberikan justifikasi atas dasar sesuatu yang baru dari sudut pandang Islam dengan tidak mengesampingkan dan menyimpang dari hukum Allah SWT. Berdasarkan uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa komponen yang terlibat dalam proses berfikir jernih, yaitu : (1) fakta, (2) indrawi, (3) otak yang normal, dan (4) informasi jelas.

Dapat kita jelaskan bahwa ke empat proses berfikir jernih tersebut; fakta merupakan sebuah objek yang pertama hendak dinilai. Indrawi merupakan bagian dari seperangkat organ tubuh yang berfungsi sebagai alat untuk melihat. Otak yang normal merupakan proses berfikir untuk menerima sesuatu dari indrawi. Informasi jelas merupakan sebuah penafsiran yang telah ada dalam otak sebelum proses penceahan itu terjadi. Dengan dasar berfikir jernih, maka manusia akan mengenali siapa dirinya yang sebenarnya dan akan mengenali dirinya sebagai mahluk nilai dan martabatnya dapat sepenuhnya dinyatakan jika ia mempunyai kemerdekaan tidak saja mengatur dirinya saja, akan tetapi bagaimana untuk memperbaiki dengan sesama manusia dalam lingkungan masyarakat maupun organisasi yang bersifat praktis.

Allah SWT berfirman dalam al-Qur'an, yang artinya;

" Katakanlah: Sesungguhnya Aku Ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".


Oleh: Dins

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

Recent Readers

Footer

Search

Tema Tanda Air. Diberdayakan oleh Blogger.